Posts

Aku telah mati setelah tahu bahwa Mark Zuckerberg tidak minum kopi…

Image
Hari ini baca buku Filsafat Kebahagiaan dari Guru Spiritualku, Fahruddin Faiz. Dimulai dari Plato, murid Socrates. Salah satu titik balik di hidupnya adalah pertemuannya dengan Socrates.  Berikut hal-hal yang aku pelajari :  Pertama , Ia menganggap bahwa seorang raja haruslah memiliki pemikiran filsuf agar bisa menjalankan negara dengan baik. Kedua , Plato penganut esensialisme. Bahwa esensi dari manusia itu adalah jiwanya. Dan jiwa itu tidak bisa didefinisikan sebagai apa. Jiwa adalah “sesuatu” yang menggerakkan dirinya sendiri. Ibarat sopir yang mengendarai mobil. Sopir itulah jiwa. Jadi tidak bisa kita bertanya siapa yang menggerakkan sopir? Tidak ada, sebab dialah yang menyupiri dirinya sendiri. Dan mobil itulah badan kita. Ketiga , Plato percaya bahwa barang yang terlihat, yang fisikal dan duniawi itu sifatnya sementara. Yang sejati adalah yang bersifat non-fisik. Dunia idea. Dan itulah yang dikejar habis-habisan oleh para filsuf dunia. Keempat , jiwa mengandung tiga uns...

A New Beginning

So, it's been a while since my last post on this blog, and I finally opened it again. I love writing, it's my hobby. I have some thoughts on another platform, but I miss this one as well, so I decided to open it up and write again. Just wanna record my life.